Jepang adalah sebuah negara kerajaan dan juga kekaisaran. Sampai saat ini pemerintahan jepang masih berbentuk kerajaan dimana para masyarakat harus tunduk terhadap peraturan kerajaan yang ada. Sejak zaman dahulu sudah terbentuk banyak sekali kekaisaran yang ada di negara ini. Hal ini membuat ada banyak bangunan kerajaan dan istana di Jepang yang tidak terhitung.

Mari kita simak perjalanan Ashari Yudha seorang travel blogger dengan instagram yang sudah centang biru ini. Yudha mengunjungi jepang baru – baru ini dan menemukan banyak sekali istana di Jepang yang sangat memukau dan memiliki peraturan unik masing – masing. Menurut Ashari Yudha, ada banyak sekali istana di Jepang sampai tidak bisa terhitung lagi makanya dikatakan sebagai kacang goreng.

Kalau dihitung, jumlah istana di Jepang itu banyak banget gaes. Sama kayak turis Indonesia yang tahun ini pada kesana, udah kayak kacang goreng. Tetapi, istana di Jepang yang masih bener-bener original tanpa pernah tersentuh oleh peperangan ataupun diubah kontruksinya bisa dihitung jari. Salah satunya adalah Matsumoto Castle, bukan Takeshi Castle. *garing

Matsumoto Castle yang sering disebut juga istana burung gagak karena warnanya yang hitam, punya sejarah yang panjang karena dihuni oleh lebih 23 penguasa di Matsumoto. Tetapi sepanjang perjalanannya, nggak pernah ada perang terjadi disana, berbeda dengan tempat yang lain dimana istana menjadi sasaran. Malahan, istana ini sempet sedikit rusak karena gempa, bukan perang.

Didalam istana ini sendiri isinya biasalah, senjata, sejarah Matsumoto, baju perang, konstruksi dan lain-lain. Tapi ada satu hal unik lagi yang bisa kita lihat di istana Jepang, kalau jumlah lantainya lebih dari jumlah lantai yang bisa kita tebak dari luar. Kalau di foto kan itu ada lima lantai ya, aslinya kalau tidak salah ada tujuh atau delapan lantai didalam, sisanya sebagai tempat bersembunyi para samurai.

Kalau istana Indonesia kaya apa ya di jaman dahulu? Apakah berbentuk seperti candi atau gimana ya? Atau kayak di film-film yang suka keluar naga tiga dimensi itu?